Curug Cinulang

Curug Cinulang Bandung yang Mempesona

Curug Cinulang adalah salah satu curug atau air terjun cukup dekat dari kota Bandung. Berbicara tentang Bandung, otomatis muncul di ingatan tentang Peyem kan ya? Makanan khas Bandung ini sangat cocok untuk dijadikan buah tangan. Dan untuk wisata alam yang sejuk dan bisa bermain air, curug Cinulang lah yang cocok sebagai tujuanmu.

Curug ini tergolong sudah lama dikelola, dan semakin tahun semakin mempesona. Spot asri pemandangan dua air terjun setinggi 30 meter dan spot buatan lain, seperti jembatan bambu, cukup indah untuk menambah variasi feed instagram kamu. Selain itu, fasilitas objek wisata juga semakin lengkap. Seperti, sudah tersedianya warung penjual makanan dan toilet.

Dua air terjun setinggi 30 meter, bisa menjadi pijat gratis buat kamu. Arus air juga tidak membahayakan. Selain itu, kedalaman air, aman untuk berenang ukuran orang dewasa. Spot foto terfavorit yaitu berdiri diatas jembatan bambu dengan latar si kembar air terjun.

Lokasi Curug Cinulang

Lokasi Curug Cinulang

Curug Cinulang biasa juga dikenal dengan nama curug Sindulang. Hal tersebut dikarenakan lokasi curug berada di Desa Sindulang, tepatnya di jalan Curug Cinulang, Kecamatan Cimanggung, Bandung Timur.

Lihat juga Kampung Kreatif Dago Bandung

Lokasi yang berbatasan dengan wilayah Sumedang, terkadang air terjun ini sering kali disebut sebagai curug di Sumedang. Namun, sangat lebih dekat jika ditempuh melalui kota Bandung. Jarak dari kota Bandung menuju lokasi kurang lebih 35 km dan dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Saat ini curug Cinulang menjadi wisata air terjun populer di Bandung Timur.

Rute menuju Curug Cinulang

Ada beberapa rute yang dapat ditempuh jika berangkat dari kota Bandung. Salah satunya via jalan Nanggeleng – Cirahayu. Selain itu, kamu juga bisa melalui jalan raya Bandung-Garut dari Cileunyi.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, dari jalan raya Bandung-Garut menuju by pass Cicalengka, terdapat penunjuk arah ke Villa Aki, belok kiri dan ikuti saja jalan tersebut. Lokasi berada kurang lebih 8KM dari situ.

Dan jika kamu menggunakan kendaraan umum, akan lebih mudah lagi. Dari kota Bandung naik angkutan umum menuju Cicalengka, kemudian turun di terminal Cicalengka. Setelah itu naik angkutan pedesaan jurusan desa Sindulang.

Perjalanan menuju Curug mudah dijangkau. Karena jalan sudah cukup bagus, hanya saja untuk menuju curug, kamu butuh berjalan 100 meter. Jangan khawatir, medannya tidak seseram curug yang masih sangat alami. Masyarakat mengelola tempat ini dengan baik, jadi medan juga dibuat sangat aman untuk pejalan kaki.

Harga Tiket Masuk Curug Cinulang

Wisata Alam Curug Cinulang

Untuk masalah ini, banyak sekali informasi simpang siur terkait harga tiket masuk. Harga tiket terbaru yaitu hari biasa Rp.5000,- dan hari libur naik dua kali lipat menjadi Rp.10.000,- dan biaya parkir roda dua Rp.3000,- dan Rp.5000,- untuk kendaraan roda empat.

Untuk pemandangan secantik dan sesejuk air terjun, harga tiket tersebut tergolong sangat terjangkau. Kamu bisa mandi dan bermain air sepuasnya. Selain itu, terdapat spot indah lainnya dibagian atas air terjun. Namun, kamu harus membayar tiket lagi.

Dengan jarak, waktu, dan harga tiket tersebut, sangat murah untuk refleksi otak kamu dari stresnya rutinitas harian. Suara air terjun yang sudah terdengar dalam jarak beberapa puluh meter, pemandangan sekitar air terjun yang menyejukan, serta perjalanan menuju lokasi dengan suguhan pemandangan bukit, gunung, sawah yang tertata rapi dan pemandangan keren lainnya.

Fasilitas di Curug Cinulang

Mari kita mulai dari sebelum pintu masuk, kamu akan menemukan parkiran yang cukup luas. Lalu kamu akan disambut dengan pintu masuk bertuliskan “Selamat datang di Objek Taman Wisata Curug Cinulang” yang disusul dengan jalan temurun yang dikelilingi oleh penjual oleh-oleh, seperti baju, dan sovenir lainnya.

Saat ini, sudah terdapat banyak pendopo dengan ukuran cukup besar yang tersebar di sekitar air terjun. Pendopo tersebut sangat nyaman untuk sekedar duduk santai di iringi gemercik air, atau kamu juga bisa makan bersama bersama rombongan sambil mendengarkan lagu “Curug Cinulang” yang dipopulerkan oleh Yayan Jatnika. Jika kamu tidak membawa makanan, sudah banyak penjual makanan di sekitar curug.

Mitos Curug Cinulang

Banyak tempat wisata di Indonesia yang memiliki sejarah, arena edukasi, sampai mitos yang belum tentu kebenarannya. Bukan tempat wisata Indonesia jika tidak memiliki mitos. Contohnya, Kolam Cinta banjaran, Bandung dan Pulau Asmara Situ Patenggang, Bandung yang memiliki mitos “Jika datang dengan pasangan, pasangan tersebut akan langgeng”.

Nah, beda dengan air terjun Cinulang. Jangan sesekali pergi bersama pasanganmu, karena jika pergi bersama pasangan, mitos mengatakan kalian tidak akan langgeng. Lain lagi dengan yang single atau Jomblo, sering-sering aja main ke curug Cinulang, kamu bisa mendapatkan pasangan. Namanya juga usaha ya kan?

Percaya atau tidak percaya akan mitos, itu tergantung pribadi masing-masing. Nyatanya, mitos tersebut awet berkembang dikalangan masyarakat. Meskipun mitos terpatahkan, mitos akan tetap ada.

Curug Cinulang akan berkurang keindahannya ketika musim hujan, sama seperti air terjun lainnya. Kenapa? Karena selain medan yang licin, warna air juga akan keruh atau kecoklatan tidak jernih. Arus air terjun juga lebih deras. Sehingga, sangat disarankan untuk berwisata di objek wisata air terjun tidak setelah hujan turun.

Lihat juga Bandros City Tour Bandung

Tips berlibur di objek wisata air terjun. Pertama, jangan buang sampah sembarangan. Kedua, memakai alas kaki yang aman jika terkena air. Ketiga, patuhi aturan yang ada di tempat wisata. Keempat, akan lebih asik jika pergi bersama-sama, terutama keluarga, teman, dan sahabat. Eits, jangan ketinggalan kameranya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *