Dago Pakar, Keeksotisan Nuansa Alam Di Bandung

Dago Pakar adalah tempat berwisata yang mempunyai nilai historis dan keunikannya tersendiri. Bagi warga bandung, tempat wisata satu ini adalah tempat wisata andalan melihat dari pengunjung yang datang sangatlah banyak. Belum lagi suasana yang sejuk serta asri melengkapi unsur keindahannya. Hal menarik apa saja yang ada di tempat wisata ini mari kita simak bersama-sama.

Sejarah Dago Pakar Yang Menarik

Wilayah dago jaman dahulu kala sebetulnya adalah sebuah kawasan hutan belantara. Jika sekarang dago adalah jantung kota bandung, pada abad ke-19, dago merupakan tempat yang terpencil. Dulunya disana terdapat sebuah kampung kecil bernama Kampung Banong yang kemudian dikenal banyak kalangan karena didirikan sebuah rumah oleh juragan kopi yang bernama Andre Van Der Burn.

Meski tadi dikatakan terpencil, sebetulnya Dago adalah jalur utama bagi orang-orang yang berasal dari Bandung Utara menuju pasar. Entah itu untuk belanja kebutuhan sehari-hari atau berdagang. Pada pemerintahan Soeharto, Dago Pakar merupakan taman kota pertama yang ada di Indonesia.

saat itu Dago Pakar lebih dikenal dengan nama Taman Hutan Raya Djuanda atau Tahura Djuanda. Taman yang memiliki luas 527 hektar ini juga memiliki nilai historis karena sisa peninggalan manusia purba dan artefak-artefak kuno ditemukan disana. Belum lagi nilai-nilai edukasi dengan berbagai macam tanaman yang tumbuh kawasan tersebut.

Lokasi Dago Pakar

Tempat wisata ini berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda, Lembang, Jawa Barat. Taman Hutan Raya atau yang disingkat menjadi TaHuRa ini berjarak tiga puluh menit jika berkendara dari pusat kota. Taman kota yang memiliki dua areal berdampingan ini menyuguhkan pemandangan yang berbeda namun sama-sama menimbulkan kesan mendalam. Ada banyak gua-gua bersejarah yang terdapat di kawasan tersebut.

Tempat Wisata Yang Ada Di Dago Pakar

Alasan kuat bagi pengunjung yang datang ke tempat wisata ini adalah obyek-obyek wisata yang ada didalam hutan raya tersebut. apa saja obyek wisatanya, mari kita simak. 

1. Gua Jepang

Gua Jepang adalah gua yang dibangun pada tahun 1942 saat pasukan Jepang sedang menjajah wilayah nusantara. Lokasi yang berjarak enam ratus meter dari pintu masuk Dago Pakar ini memiliki empat pintu yang saling berhubungan satu sama lain. Kecuali pintu kedua yang digunakan untuk mengecoh musuh.

Gua yang dahulu digunakan sebagai benteng pertahanan sepanjang tujuh puluh meter juga dijadikan sebagai tempat perlindungan jepang di daerah Bandung Utara. Gua ini sempat tidak terawat, dibiarkan dengan semak belukar tang tumbuh liar. Namun pada tahun 1965 gua ini ditemukan lengkap dengan dengan senjata beserta amunisinya.

2. Gua Belanda

Gua yang berjarak empat ratus dari gua jepang dan dibangun ada tahun 1941 ini memiliki besar yang lebih luas ketimbang gua jepang. Apalagi gua belanda juga terkesan dengan kondisi yang lebih baik. Karena Belanda memang beberapa kali melakukan renovasi.

Jaman dulu, gua ini difungsikan sebagai terowongan saluran air Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Kemudian di alih fungsikan menjadi pusat komunikasi rahasia tentara Belanda. Setelah masa kemerdekaan gua ini digunakan untuk menyimpan mesiu.

3. Hiking Maribaya

Wilayah Taman Hutan Raya Djuanda yang terkenal begitu luas ini terhubung antara area wisata Dago Pakar dengan Maribaya, Lembang. Bagi pengunjung yang menyukai hiking bisa mencoba berjalan kaki di jalan setapak sejauh empat kilometer.

Lihat juga objek wisata alam di Bandung lainnya: Bandung Treetop

Perjalanan yang ditempuh memang melewati jalan yang menanjak dan menyusuri sungai yang berkelok. Belum lagi suasana sejuk serta diiringi suara burung dan terkadang muncul kera menambah pengalaman perjalanan yang berlibur disana.

Jika khawatir merasa lelah, disana disediakan gazebo di beberapa titik yang memang dipergunakan untuk beristirahat sejenak. Sepanjang perjalanan yang ditempuh pun, pengunjung juga disuguhi pemandangan Air Terjun Koleang atau Curug Koleang, Curug Omas, juga Taman Maribaya yang indah.

4. Curug Dago Dan Batu Prasasti Kerajaan Thailand

Air terjun atau curug yang berlokasi di ketinggian delapan ratus meter ini memiliki tinggi air terjun dua belas meter. Curug ini terbentuk dari aliran air sungai Cikapundung yang mengalir dari wilayah Maribaya menuju Bandung dengan aliran yang cukup deras.

Curug dago selain terkenal karena keindahannya, pun memiliki peninggalan sejarah dari kerajaan Thailand. Batu Prasasti peninggalan Raja Rama V dan Raja Rama VII dari Diansti Chakri  pernah berkunjung di wilayah Dago pada tahun 1818.

5. Curug Lalay

Satu lagi wisata air trejun yang dinamakan Curug Lalay. Curug ini adalah rangkaian terakhir dari banyaknya curug yang mengalir dari daerah Cimahi dan memiliki ketinggian tiga puluh meter. Di dekat Curug Lalay terdapat gua dimana dindingnya dipenuhi oleh lalay. Lalay dalam bahasa Indonesia disebut kelelawar.

Curug yang tidak pernah sepi ini memiliki pemandangan yang tak ketinggalan indahnya. Terdapat pepohonan yang mengelilingi air terjun dan membuat pengunjung merasa betah berlama-lama disana.

6. Curug Omas

Curug lainnya yang terdapat di Dago Pakar adalah Curug Ormas. Air terjun yang juga memiliki ketinggian tiga puluh meter ini, terletak di aliran sungai Cikawari. Yang sedikit riskan adalah kedalaman air terjun yang mencapai sepuluh meter. Diatas air terjun terdapat pula jembatan yang bisa dilewati dan dimanfaatkan untuk menikmati keindahan pemandangan sekaligus menjadi spot foto yang tak boleh dilewatkan.

7. Patahan Lembang

Patahan Lembang yang membentang dari timur ke barat wilayah Bandung Utara ini juga tidak boleh dilewatkan. Jalur patahan yang tampak jelas sepanjang dua puluh lima kilometer ini ditandai dengan lurusnya untaian bukit yang berawal dari wisata Maribaya hingga Cisarua – Cimahi.

Tempat wisata yang cocok dengan anak muda ini juga akan menguji adrenalin dengan mendaki bukit. Patahan Lembang ini tidak pernah sepi dengan pengunjung.

Harga Tiket Masuk Dan Jam Buka Dago Pakar

Setelah mengetahui tempat-tempat wisata yang terdapat di Dago Pakar, tentu saja wajib diketahui juga harga tiket masuknya untuk mempersiapkan diri berapa banyak uang yang harus dikantongi. Untuk tiket masuk setiap orang akan dibebankan biaya sebesar Rp. 11.000; Dan untuk jam buka, Dago Pakar memulai jam operasional pada pukul 08.00 – 17.00 WIB.

Cukup murah kan harga tiketnya, ingin berwisata di Bandung dengan biaya yang murah? Segera gunakan paket wisata Bandung 2 hari 1 malam. Dapatkan fasilitas menarik dan harga yang fantastis. Pastikan perjalanan wisata lebih seru bersama tourbandung.id.

Tips Berkunjung Ke Objek Wisata Dago Pakar

Tentu saja dalam berlibur penting juga mengetahui tips-tips yang dapat membuat perjalanan menjadi terasa menyenangkan dan nyaman. Berikut tips-tipsnya:

1. Kenakan Pakaian Yang Nyaman Selama Perjalanan

Berlibur kemana pun, mengenakan pakaian yang nyaman adalah poin yang sangat penting. Tentu saja kita tidak menginginkan liburan menjadi rusak hanya karena pakaian yang dikenakan malah menghancurkan mood kamu. Meski banyak yang mengatakan ‘Bandung sekarang panas’, jangan sampai terjebak. Wisata di Dago Pakar sebetulnya berada pada di ketinggian 690 – 730 mdpl. Jadi udara disana cukup sejuk. Untuk berjaga-jaga, kenakan pakaian yang tidak terlalu terbuka dan bawa jaket atau sweater jika perlu

2. Selain Pakaian, Alas Kaki Juga Harus Nyaman Dipakai

Akan terasa sangat mengganggu jika salah menggunakan alas kaki. Apalagi jika tujuan menuju Dago pakar untuk hiking. Pasti tidak mau kan pulang-pulang kaki menjadi keseleo atau lecet.

3. Jangan Ragu Dalam Menanyakan Kehalalan Makanan

Penting sekali bagi pengunjung untuk menanyakan kehalalan makanan yang dijual karena tidak semua tempat menyajikan makanan yang halal. Tapi tidak perlu khawatir makanan halal di tempat ini mudah ditemukan jadi tidak perlu khawatir akan kelaparan nanti karena sulit menemukan makanan halal.

4. Bawa Uang Tunai Secukupnya Saja

Membawa uang tunai secukupnya ditujukan agar pengunjung bisa mencegah keJadian-kejadian yang tak diinginkan. Di Dago Pakar juga banyak sekali tempat yang menawarkan pembayaran menggunakan non tunai kartu debit atau kredit. Namun jangan lupa membawa uang pecahan kecil untuk membayar tiket masuk dan tempat parkir.

Lihat juga wisata alam di pondok Grafika Cikole Bandung

Itulah berbagai macam informasi mengenai berlibur ke Dago Pakar. Jadi, kapan berjalan-jalan di tempat wisata yang unik ini? Jangan lupa mempersiapkan diri saat berwisata di Bandung.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *