Lokasi Jalan Asia Afrika Bandung

3 Alasan Mengapa Harus Mengunjungi Jalan Asia Afrika

Jalan Asia Afrika adalah salah satu tempat wisata di Bandung yang wajib dikunjungi jika Anda datang ke kota yang dijuluki Paris van Java ini. Di jalan Asia Afrika ini, Anda bisa temukan berbagai tempat wisata yang sangat bagus dan menarik. Mau tahu ada wisata apa saja di jalan Asia-Afrika Bandung ini?

Berikut adalah berbagai wisata yang ada di jalan populer Bandung ini dan alasan mengapa Anda harus mengunjungi jalan tersebut :

3 Fasilitas di Jalan Asia Afrika

Jalan Asia Afrika Bandung

Merupakan suatu keharusan jika ada di Bandung untuk mengunjungi jalan yang bersejarah ini. Ada 3 wisata yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari Jalan Asia-Afrika. 3 wisata inilah yang menjadikan alasan mengapa Anda harus mengunjungi jalan bersejarah ini.

  1. Terdapat Museum Asia Afrika

Jalan Asia-Afrika adalah letak di mana museum Asia-Afrika berada. Museum ini adalah saksi sejarah Indonesia yang menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika. Konferensi Asia-Afrika ini pertama kalinya dilaksanakan di Gedung Merdeka.

Gedung yang cukup besar ini letaknya ada di jalan yang saat ini populer untuk tujuan wisata warga kota Bandung. Gedung Merdeka yang menjadi tempat konferensi Asia-Afrika menjadi saksi di mana pertemuan itu membahas tentang isu kedamaian dan kerjasama antar dunia.

Lihat juga Lereng Anteng Panoramic Coffee

Sesuai dengan namanya yakni Konferensi Asia-Afrika, maka pertemuan ini  dihadiri oleh delegasi negara antara benua Asia dan Afrika. Sebenarnya Museum Asia Afrika ini awalnya dibangun dengan menghadap ke jalan Braga.

Jalan Braga adalah salah satu jalan yang terkenal di kota Bandung. Namun gedung ini mengalami renovasi pada tahun 1921 sehingga setelah renovasi terjadi, gedung inipun menghadap penuh ke  Jalan Asia-Afrika.

  1. Dekat dengan Masjid Raya Bandung

Meskipun Masjid Raya Bandung adalah salah satu tempat ibadah namun masjid ini juga bisa menjadi salah satu tempat wisata. Masjid ini belakangan menjadi sangat populer dan banyak wisatawan yang mengunjungi tempat ini untuk berkeliling melihat keindahan arsitektur masjidnya.

Masjid Raya Bandung atau kerap juga disebut Masjid Agung ini dibangun pada tahun 1812. Namun seiring perkembangan zaman, masjid ini kemudian dibangun lagi hingga menjadi sebesar saat ini.

Ada banyak fasilitas yang sangat menunjang di masjid agung ini karena Anda bukan hanya bisa beribadah saja. Ya, ada banyak spot foto menarik di masjid ini dan ada halaman yang sangat luas untuk tempat anak bermain dan berlari-larian.

  1. Alun-alun Bandung

Alun-alun Bandung adalah pusat kota Bandung yang sangat sayang jika Anda lewatkan. Jika Anda mencari tempat nongkrong di malam hari, maka alun-alun adalah tempat yang sangat tepat. Di alun-alun ini, banyak anak muda Bandung yang menghabiskan waktunya untuk bercengkrama bersama teman-temannya ataupun pasangannya.

Di alun-alun, pemerintah daerah sudah memfasilitasi aneka permainan anak seperti ayunan hingga perosotan. Selain itu rumput yang ada di alun-alun ini juga terbuat dari rumput sintetis sehingga sangat nyaman untuk dibuat duduk.

Saat malam hari tiba, Anda akan temukan di banyak cahaya yang menghiasi alun-alun kota Bandung. Jika Anda ingin makan ataupun minum, ada beberapa pedagang kaki lima yang menjual berbagai dagangannya di pinggir alun-alun.

Bandung adalah kota yang memiliki suasana sejuk, asri dan nyaman. Kota ini menawarkan yang terbaik dan berhasil memikat wisatawan yang datang. Apakah Anda lelah, lapar, bosan, atau ingin tahu, hal terbaik untuk dilihat dan dilakukan di Bandung, maka jelajahi saja pusat kota Bandung yang terletak di Jalan Asia Afrika.

Sejarah Jalan Asia-Afrika

City tour Jalan Asia Afrika Bandung

Sejarah dari adanya jalan Asia-Afrika sendiri cukup menarik. Sebelumnya kawasan ini diberi nama Groote Postweg yang berarti Jalan Raya Pos. Jalan Asia-Afrika sebelumnya adalah  ruas protokol tertua yang ada di Kota Bandung. Diberi nama Jalan Raya Pos juga karena dahulu jalan ini terdapat sebuah  Gedung Raya Pos atau Kantor Pos terbesar yang ada di zaman kolonial Belanda.

Jalan Raya Pos ini dibangun karena hadirnya proyek pembangunan jalan Anyer-Panarukan. Jalan inilah yang menghubungkan jalur pos antar kota yang ada di Pulau Jawa dengan panjang hingga 1.000 kilometer.

Proyek pembangunan itu diperintah langsung oleh Daendels. Nah, di jalan Raya Pos inilah terdapat pal atau titik 0 kilometernya kota Bandung. Titik nol inilah yang kemudian sering kali dikaitkan dengan  awal mulanya perkembangan kota yang dijuluki kota Kembamg ini.

Setelah proyek pembangunan jalan 1000 km inilah kemudian terjadi pemindahan pemerintahan kota Bandung yang dulunya ada di wilayah Krapyak atau Dayeuh Kolot kemudian dipindahkan ke kawasan 0 km ini. Perpindahan pemerintahan kota Bandung ini terjadi pada tahun 1810.

Selama beberapa dekade, Bandung memang telah berhasil mempertahankan keseimbangan yang baik. Pemerintah daerah Bandung berusaha seimbang menjadikan wilayah ini menjadi daerah perkotaan yang berkembang dengan baik namun juga mempertahankan keajaiban alamnya yang menawan.

Di antara banyak julukannya, Bandung juga disebut “Paris van Java”, atau “The Paris of Java”. Konon, kolonial Belandalah yang pertama kali menciptakan julukan tersebut karena seni dan budaya Bandung yang maju, alam yang indah dan kesamaan geografis lainnya yang mereka amati.

Lihat juga Taman Lembah Dewata

Obsesi Belanda ingin membenahi kota Bandung hingga membangun kota ini, dengan bangunan bergaya Eropa yang menopang gaya hidup Eropa. Jalan Asia Afrika adalah salah satu dari beberapa warisan arsitektur Belanda yang menawan dan sekarang ramai dengan restoran, bar, dan kafe. Jika Anda ke Bandung, jalan lewatkan untuk mengunjungi jalan tersebut, ya!

Beri peringkat untuk posting ini
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *