Kampung Kreatif Dago

Kampung Kreatif Dago Bandung

Kampung Kreatif Dago Pojok berada di Jl. Dago Pojok Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Kota Bandung. Mulanya kampung ini digagas oleh Rahmat Jabaril, salah seorang warga setempat yang memikirkan lingkungan tempat tinggalnya.

Kemudian dia mendapatkan bantuan dari pemerintah kota Bandung serta Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Bandung hingga Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok dapat dikenal perlahan dengan baik sebagai salah satu destinasi wisata Kota Bandung.

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa ternyata kota Bandung tidak saja kaya akan wisata edukasi dan seni, namun juga kaya akan kreativitas. Siapa yang sangka, ternyata di Jl. H. Juanda yangs elama ini kita kenal sebagai wisata belanja dan kuliner, rupanya ada juga wisata kesenian di Dago Pojok. Sebut saja “Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok”.

Banyak wisatawan dari lokal maupun internasional yang tertarik dengan keberadaan wisata kreativitas Dago Pojok ini. Hal ini nampak dari antusias mereka misalnya ketika ada event seni atau workshop, mereka hadir dan berkunjung bahkan mengikuti workshop. Banyak di antara mereka yang mengikuti seni mural, wayang, pembuatan kertas tradisional dari pohon Saeh, berbagai atraksi pencak silat dan masih banyak lagi.

Wisata Augmentedreality

Jika perjalanan Anda lanjutkan mengikuti gang besar, Anda akan sampai ke sebuah sungai bernama Sungai Cikapundung. Selain dinding rumah warga yang penuh warna-warni macam kampung warna di Malang, dinding juga dipenuhi dengan mural atau lukisan dinding yang sangat cantik. Atau di kanan kirinya ada pula sawah-sawah yang hijau dan menakjubkan hingga sampai pada sebuah air terjun bernama Curug Dago.

Lihat juga Bandros City Tour Bandung

Bahkan saat ini, di Bandung tidak saja terdapat satu kampung kreatif namun setidaknya ada sepuluh kampung kreatif di Bandung. Seni dan kreatifitas tumbuh subur di Kota kembang ini dengan ciri khas dan keunikan Bandung. Hanya memang dari sekian banyak kampung kreatif, hanya kampung kreatif Dago Pojok Bandung yang namanya moncer di kalangan masyarakat.

Sebagaimana kampung kreatif di berbagai daerah di Indonesia, di kampung Dago Pojok ini juga memiliki ciri khas yang sama yakni lukisan dinding atau mural yang bisa dijumpai di seluruh kampung. Bahkan beberapa di antaranya merupakan kreasi anak-anak kampung yang mereka didik di sanggar seni.

Kampung Dago Pojok ini diluncurkan pada 2011 lalu dan kini telah dikenal hingga ke berbagai pelosok negeri sampai ke telinga mancanegara. Sementara itu bagi para wisatawan, baik lokal maupun internasional yang hendak menginap di kampung Kreatif Dago Pojok bisa menginap di tengah-tengah kampung yang tersedia. Selain itu, para wisatawan juga bisa mencoba mencicipi hidangan khas Bandung yang disajikan.

Berbagai Kegiatan di Kampung Kreatif Dago Pojok

Melukis Kampung Kreatif Dago

Penting untuk tahu kegiatan apa saja yang diselenggarakan di Kampung Kreatif Dago Pojok ini. Beberapa diantaranya yakni workshop kegiatan dari sanggar kesenian misalnya workshop membuat wayang, melukis pakaian atau mengukir patung.

Untuk mendapatkan fasilitas tersebut tentu tidak gratis. Anda diharuskan membayar sekitar Rp 50 ribu per orang. Dan jika Anda merasa lebih nyaman untuk menginap di hotel, Anda bisa saja langsung pesan kamar di hotel terdekat. Hotel terdekat di Kampung kreatifitas Dago Pojok tentunya telah bekerjasama dengan pihak Kampung kreatif Dago Pojok.

Sejarah Wisata Kreatif Dago Pojok

Selain sejarah singkat Kampung Kreatif Dago Pojok yang sudah dijelaskan di awal, menarik untuk diulas tujuan dari pendirian Kampung kreativitas tersebut. Menurut rmoljabar.com, ide mulanya didirikan kampung kreatifitas Dago Pojok yakni sebagai upaya untuk mengembalikan kebudayaan yang sudah terkikis oleh zaman. karena, menurut Rahmat Jabaril, kebudayaan Indonesia mulai terkikis sejak dimulainya masa reformasi.

Menurut dia, kebudayaan di Kota Bandung sebelum reformasi masih terasa kental dengan budaya sosial dan budaya yang berbentuk berbagai kesenian. Selain itu, kota kemudian terbagi menjadi blok-blok yakni kamppung kota (miskin kota) dan daera superblok. hal ini menurut dia merupakan bentuk nyata adanya ketimpangan sosial.

Superblok ini berupa mall, apartemen, hotel dan lain-lain. Sementara kampung-kampung yang ada saat ini sudah mulai hilang. Kesadaran tersebut bukannya tiba-tiba ada, namun perlu advokasi yang panjang.

Menurut ramat jabaril, pada tahun 2010 baru dia merasa berhasil menggugah kesadaran warga dan perlahan menata Kampung Dago Pojok yang pada mulanya merupakan kampung kumuh menjadi seperti saat ini yang berupa kampung wisata.

Akhirnya, tepat tanggal 28 Oktober 2011, Wakil Walikota Ayi Vivananda meresmikan Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok. Rahmat sendiri mengaku ia dan warga endak membangun semacam gerakan eksplorasi kampung kota sebagai pusat budaya, pendidikan serta pusat perekonomian.

Kini, Rahmat Jabaril mengaku setiap bulannya kampung kreatif Dago Pojok dikunjungi lebih dari seribu wisatawan dari berbagai daerah apakah daerah Bandung sendiri maupun luar. Banyak wisatawan yang menyukai menyaksikan kegiatan warga bahkan ikut bergabung dengan anak-anak kampung untuk ikut bermain permainan tradisional. Dia mengaku, jika warga di beri ruang untuk berkreativitas, maka eksplorasi masyarakat akan terus mengalami perkembangan.

Ada Jejak Kerajaan Thailand

Kemudian, tidak jauh dari kawasan wisata Dago Pojok terdapat air terjun yang cantik dengan adanya prasasti yang diketahui berasal dari Thailand yakni Curug Dago.

Keberadaan Curug ini melengkapi destinasi wisata di Dago.Wisatawan juga bisa sekaligus melihat sejarah Kerajaan Thailand di sini yang menurut catatan sejarah merupakan peninggalan raja Rama V dan Raja Rama VII ketika mereka berkunjung ke Curug Dago.

Lihat juga Situ Cileunca Pangalengan Bandung

Berkunjung ke Kampung Kreatif Dago Pojok tentu dapat mengurangi rasa stress dan jenuh. Yuk cobain kesini dan selamat berwisata.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *