Kampung Tulip Bandung

Kampung Tulip Bandung, Indahnya Wisata Murah Suasana Ala Belanda

Kampung Tulip Bandung baru-baru ini menjadi pusat perhatian para wisatawan. Ya, di sebuah kampung kecil di Bandung terdapat hamparan bunga tulip yang siap memanjakan mata yang melihatnya. Seperti kita tahu, bunga tulip memang identik dengan negara Belanda, uniknya wisata bunga tulip ini pun didesain seperti layaknya suasana di Belanda.

Jadi, untuk siapapun yang sedang mencari suasana liburan yang berbeda dari biasanya. Atau mungkin memang ketika liburan selalu bersama keluarga, Kampung Tulip Bandung ini sangat pas untuk jadi pilihan. Alasannya, tentu karena selain menyajikan pemandangan yang eksotis juga bisa dinikmati dengan bea masuk yang murah.

Nah, kali ini saya akan coba mengulas tentang kampung tulip di Bandung yang sedang terkenal ini. Saya akan memulai ulasannya dari alamat lokasi dan rutenya, fasilitas yang tersedia, hingga HTM secara lebih detailnya.

Gambaran Singkat Tentang Kampung Tulip Bandung

Lokasi Kampung Tulip Bandung

Wisata Kampung Tulip Bandung merupakan salah satu objek wisata yang baru-baru ini menjadi perbincangan di media sosial. Dengan sentuhan khas yang dibuat layaknya di negara kincir angin menjadikannya dielu-elukan sebagai wisata murah terfavorit di Bandung.

Wisata bunga tulip di Bandung ini berlokasi di sebuah area perkampungan yang luasnya sekitar 1 hektar. Jika Anda tiba di lokasi, Anda akan menemukan hamparan pohon bunga tulip yang indah dan berwarna-warni.

Lihat juga Rumah Hobbit Bandung

Tidak hanya itu, tambahan fasilitas seperti miniatur kincir angin hingga rumah bergaya desain Belanda turut menghiasi tempat ini. Para pengunjung termasuk Anda bisa menjadikan spot tersebut sebagai background foto untuk oleh-oleh dibawa pulang.

Alamat Lokasi dan Rute Perjalanan Menuju Kampung Tulip Bandung

Kampung Tulip Bandung beralamat di Komplek Banyu Biru Blok H No. 17, Ciwastra Mekarjaya, Rancasari, Bandung. Lokasinya memang sedikit masuk jalan perkampungan dan justru itulah yang membuat wisata ini penuh tantangan.

Untuk opsi rute menuju lokasi ada dua jalur yang bisa Anda tempuh. Pertama, via jalan Soekarno Hatta-Derwati. Kedua, via jalan Soekarno Hatta–Bodogol.

  1. Dari jalan Soekarno Hatta masuk ke jalan Gedebage/terminal peti kemas lalu ke Derwati dan lanjutkan hingga ke Ciwastra.
  2. Dari jalan Soekarno Hatta menuju Cipamokolan lalu ke Bodogol kemudian belok kanan sampai di Ciwastra.

Setelah sampai di Ciwastra, Anda bisa menuju kompleks perumahan Pasir Pogor Indah dan akan sampai di Kampung Tulip Bandung.

Untuk rute pertama adalah rute favorit para wisatawan kampung tulip. Jadi, sebagai antisipasi jika di jalur tersebut terkena macet, Anda bisa ambil rute kedua via Cipamolokan–Bodogol. Jika Anda masih kesulitan menemukan lokasinya, Anda bisa memanfaatkan smartphone Anda dengan membuka google maps.

Fasilitas Wisata di Kampung Tulip Bandung

Wisata Keluarga Kampung Tulip Bandung

Secara umum, fasilitas dan wahana wisata di kampung tulip ini sudah sangat lengkap. Anda tidak hanya akan mendapatkan keindahan lokasi untuk berfoto ria saja. Lebih dari itu, di area wisata yang satu ini pengunjung bisa mengeksplorasi beberapa spot yang lain. Seperti misalnya kolam ikan, rumah bergaya Belanda, barang-barang antik hingga wisata kuliner.

Di spot taman, Anda dapat menyewa perahu kecil dan gowes untuk berkeliling. Jika mau berjalan ke sisi yang lain ada Gallery Shabby Chick yang merupakan sebuah bangunan untuk memamerkan koleksi barang antik.

Untuk lebih detailnya, berikut ini daftar fasilitas yang ada di Kampung Tulip Bandung.

  1. Area parkir

Pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi baik menggunakan motor atau mobil tidak perlu bingung soal parkir. Di area wisata kampung Tulip ini tersedia area parkir yang cukup luas. Pengunjung yang menggunakan motor bisa memarkirkan kendaraan mereka di dalam area wisata.

Sementara itu, untuk pengunjung dengan mobil hanya ada sebagian space yang tersedia di area parkir dalam. Jika musim liburan tiba, maka sebagian pengunjung harus rela parkir di pinggir jalan saat parkir dalam sudah penuh.

  1. Spot foto

Bicara soal wisata tentu hampir tidak bisa lepas dari yang namanya dokumentasi foto atau video. Di wisata ini Anda bisa mengabadikan momen liburan di beberapa spot yang ada di lokasi seperti rumah bergaya Belanda, miniatur kincir angin dan tentu saja taman bunga tulip.

  1. Mushola

Di dekat kolam ikan, Anda akan menjumpai mushola yang diperuntukkan bagi pengunjung yang hendak menunaikan ibadah shalat. Jadi saat liburan kesana tidak perlu khawatir kesulitan untuk sembahyang lantaran sudah ada fasilitas tersebut di lokasi.

  1. Kantin/restoran

Di wisata kampung tulip juga tersedia kantin atau restoran mini yang siap untuk jadi tujuan wisata kuliner Anda. Para pengunjung bisa menikmati berbagai menu masakan khas Bandung dengan harga terjangkau disini.

  1. Kolam ikan

Selain fasilitas di atas, di kampung Tulip juga ada kolam ikan yang cukup luas. Kolam tersebut berisi ikan terapi yang bisa dimanfaatkan untuk fish pedicure pada kaki.

  1. Toilet umum

Sepertinya sudah barang wajib jika di tempat umum seperti lokasi wisata tersedia toilet umum. Demikian halnya di wisata kampung tulip ini yang mana juga tersedia beberapa toilet umum yang bersih dan terjaga.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk Kampung Tulip Bandung

Wisata kampung Tulip di Bandung buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB pagi sampai 17.00 WIB sore.

Adapun harga tiket masuknya dibedakan berdasarkan 2 kategori:

  • Senin-Kamis (weekday) sebesar Rp 6.000,-/orang
  • Jum’at-Minggu (weekend) sebesar Rp 10.000,-/orang

Selain itu, untuk menikmati kuliner di dalam lokasi wisata berkisar antara Rp 5.000 – Rp 20.000,-. Harga-harga tersebut tentu dapat berubah sewaktu-waktu tergantung momen. Jadi sebaiknya jangan ditunda-tunda lagi untuk segera datang kesana ya.

Lihat juga Rainbow Garden Bandung

Nah, sekian dulu ulasan seputar Kampung Tulip Bandung edisi kali ini. Semoga bisa menjadi referensi untuk Anda yang dalam waktu dekat akan liburan kesana.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *