Museum Pos Indonesia Bandung, Sejarah, Lokasi Dan Harga Tiket

Jalan-jalan menghilangkan penat di Bandung pasti tidak akan jauh-jauh dari tempat wisata alam Lembang atau Ciwidey. Namun tidak ada salahnya jika putar haluan dengan jalan-jalan menikmati indahnya sejarah Indonesia. Salah satunya dengan berkunjung ke Museum Pos Indonesia Bandung.

Lokasi, Harga Tiket Masuk Museum Pos Indonesia Bandung

Lokasinya terletak di Jalan Cilaki 73 Kota Bandung Jawa Barat Indonesia, tepat berada di sebelah kanan Gedung Kantor Pusat Pos Indonesia  atau sebelah timur Gedung Sate. Museum Pos Indonesia Bandung masih satu kawasan dengan Taman Pusaka Bunga Kandaga Puspa.

Lihat juga wisata jalan setia budi bandung

Tempat wisata museum merupakan salah satu destinasi wisata dengan biaya yang cukup bersahabat. Di Museum Pos Indonesia Bandung ini harga tiketnya gratis alias pengunjung bisa masuk tanpa harus membayar tiket. Waktu kunjung Museum Pos Indonesia dilayani setiap hari Senin sampai dengan hari Sabtu.

Jam buka pada pukul 09.00 – 16.00 WIB. Khusus hari Minggu dan hari besar nasional libur. Untuk menuju destinasi ini, pengunjung tidak perlu susah mencarinya. Letaknya yang strategis dan dapat di jangkau transportasi umum atau kendaraan pribadi.

Sejarah Museum Pos Indonesia

Museum yang syarat dengan sejarah ini didirikan pada 27 Juli 1920 dan diresmikan pada tahun 1931 pada zaman penjajahan Hindia Belanda yang dirancang oleh dua orang Belanda yaitu J.B Berger dan Leutdsgebouwdienst. Awalnya bangunan ini diberi nama Pos Telegrap dan Telepon (PTT). Luas bangunannya sekitar 706 m2. Museum ini dirawat dan dijaga dengan baik.

1. Dimulai Sejak Zaman Penjajahan Hindia Belanda Dan Jepang

Pada zaman penjajahan Hindia Belanda dan Jepang atau pada saat perang Dunia II,  Museum Pos Indonesia Bandung dengan segala koleksi yang terdapat di dalamnya tidak dirawat dengan baik. Pada masa Kemerdekaan Indonesia, museum ini juga belum diperbaiki sehingga banyak koleksi dan barang-barang yang terbengkalai tidak terawat.

2. Inisiatif Perum Pos Dan Giro

Sekitar tahun 1980, Perum Pos dan Giro mengambil langkah inisiatif untuk membuat sebuah panitia yang memiliki tugas untuk memperbaiki dan merawat serta menginventarisasi benda-benda bersejarah. Benda-benda tersebut akan dijadikan sebagai koleksi museum pos.

3. Peresmian Museum Pos Indonesia

Tanggal 27 September 1983 atau bertepatan dengan Hari Bhakti Postel ke 30, Museum Pos Indonesia Bandung diresmikan. Achmad Tahirlah yang meresmikan museum tersebut, yang pada masanya menjabat sebagai Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) Indonesia.

4. Berbagai Macam Benda Saat Peresmian

Ketika peresmian dilakukan, Museum Pos Indonesia telah memiliki beragam benda dan peralatan yang terkait dengan proses sejarah pos dari waktu ke waktu. Masa tersebut antara lain masa penjajahan kompeni dan dan Bataafsche Republiek (1707-1803), Masa Pemerintahan Daendels (1808-1811), Masa Pemerintahan Inggris (1811-1816), Masa Pemerintahan Hindia Belanda (1866-1942), Masa Pendudukan Jepang (1942-1945) hingga masa kemerdekaan.

5. Pergantian Nama Setelah Kemerdekaan

Setelah kemerdekaan, Museum Pos Indonesia setidaknya telah berganti nama dan lambang sebanyak 5 kali. Perubahan pertama menjadi Jawatan PTT pada tahun 1945 hingga 1961. Kemudian, berubah menjadi PN Postel pada tahun 1962 hingga 1965, di lanjut PN Pos dan Giro pada tahun 1965 hingga 1978, dan yang terakir Perum Pos dan Giro pada tahun 1978 hingga 1995. Akhirnya pada tahun 1995 ditetapkan namanya menjadi PT Pos Indonesia.

Fasilitas Museum Pos Indonesia Bandung

Berkunjung ke tempat wisata hal yang perlu diperhatikan adalah fasilitas yang disediakan oleh pengelola tempat tersebut. Sejak tahun 2013 Museum Pos Indonesia sudah menyediakan fasilitas yang memadai. Pengunjung bisa merasakan kenyamanan saat berwisata dan lebih menyenangkan.

1. Gadget Win Audio Tour Guide

Fasilitas tersebut merupakan sebuah perangkat yang memiliki tombol angka. Setiap pengunjung dapat mendengarkan informasi berupa audio dari setiap benda yang terdapat di museum. Caranya dengan menekan tombol angka pdi ruang tersebut.

Saat ini tersedia 50 Gadget Win Audio Tour Guide yang tersebar di berbagai ruangan. Bahasa yang digunakan yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tujuannya untuk memudahkan pengunjung mendapatkan informasi secara lengkap dan akurat dalam menikmati indahnya benda-benda yang terdapat di Museum Pos Indonesia.

2. Ruang Koleksi Museum Pos Indonesia

Di ruang koleksi ini pengunjung dapat melihat berbagai koleksi yang dimiliki Museum Pos Indonesia seperti koleksi sepeda tua yang biasa digunakan oleh tukang pos, diorama pos keliling desa, perangko dalam dan luar negeri, benda-benda filateli, peralatan bos, bis surat, bahkan foto-foto tokoh-tokoh penting yang berjasa dalam pembangunan Museum Pos Indonesia.

a. Ruang Koleksi Perangko

Perangko dipamerkan pada pigura kaca yang berukuran besar. Namun ada juga di ditempatkan pada allbum. Bahkan ada juga yang ditempatkan pada lemari panjang. tempat perangko yang sangat unik dan memiliki daya tarik bagi pengunjung adalah vitrin, merupakan wadah perangko yang harus dibuka dengan cara menarik untuk bisa melihat koleksi-koleksi yang ada di dalamnya.

Koleksi perangko yang disimpan di Museum Pos Indonesia dari berbagai periode. Mulai dari masa Hindia belanda hingga masa kini. Prangko yang sangat unik pun ada di museum ini. Prangko yang unik karena peredarannya yang singkat yaitu tahun 1950 hingga 1951.

b. Ruang Koleksi Benda-Benda Bersejarah

Benda-benda lain yang dipamerkan seperti timbangan pos, materai, mesin hitung, denah, peta, mesin pengikat , kantong, rak sortir, miniatur alat angkut pos, surat, piagam, mesin tik, mesin penjual perangko, seragam petugas pos, gerobak angkot, sepeda tua yang digunakan tukang pos dan masih banyak yang lainnya. Semuanya dirawat dengan baik di sini.

Lihat juga: Gedung Sate Badung

c. Area Surat Emas Para Raja Nusantara

Di area ini terdapat surat dari raja-raja dari berbagai penjuru nusantara pada jenderal penjajah. Sebagian surat emas berasal dari museum Inggris karena pada zaman penjajahan dulu, surat ditujukan untuk Sir Thomas Stamford Raffles. Isinya beragam, mulai dari masalah perdagangan, ekonomi, dan politik. Media yang digunakan menulis pun beragam, dari kulit binatang, daun lontar, kertas atau bilah bambu.

Tempat Wisata Di Sekitar Museum Pos Indonesia Bandung

Sambil menyelam minum air, itulah peribahasa yang tepat bagi pengunjung yang yang ingin berwisata ke Museum Pos Indonesia namun bisa menikmati tempat wisata lainnya yang letaknya berdekatan.

Tidak jauh dari Museum Pos Indonesia terdapat taman Pustaka Bunga Kandaga Puspa, Wisata kuliner Bandung yang terkenal yaitu Youghurt Cisangkuy dan Nasi Bancakan, dan Coffe Shop Bandung, Kopi Progo. Bahkan Museum Geologi, Munimen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Taman Lansia, dan Gedung Sate.

Nomor Telepon Museum Pos Indonesia Bandung

Pengunjung Museum Pos Indonesia Bandung beragam. Mulai dari kota Bandung, luar kota atau pulau, bahan wisatawan mancanegara. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, dapat juga mereservasi tempat jika datang secara rombongan atau ingin mendapatkan informasi penting seperti acara-acara khusus yang dijadwalkan digelar. Silakan menghubungi kontak telepon Museum Pos di nomor 022-4206195.

Museum Pos Indonesia di Bandung memang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Berdiri sejak zaman penjajahan Hindia Belanda hingga zaman kemerdekaan, sekarang ini. Anda dapat mengunjungi museum ini bersama keluarga dan anak untuk mengenalkan benda-benda pos bersejarah dan menambah khasanah pengetahuan sejarah pos Indonesia. Di Bandung banyak destinasi menarik, datang ke sana lebih mudah dengan paket wisata Bandung 2 hari 1 malam bersama tourbandung.id. Harga ekonomis dan pelayanan prima.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *