Serunya Wisata Sejarah Di Museum Sri Baduga Bandung

Bandung merupakan salah satu kota metropolitan terbesar di daerah Jawa Barat. Di kota ini, telah berdiri sebuah museum sejarah yang bernama Museum Sri Baduga. Museum ini dapat digunakan sebagai salah satu media untuk mengenang sejarah Indonesia serta menjadi media edukasi bagi para wisatawan. Sehingga, wisatawan akan mendapatkan keseruan berwisata sekaligus belajar sejarah di Museum Sri Baduga Bandung.

Latar Belakang Berdirinya Museum Sri Baduga

Museum ini mulai berdiri di atas lahan yang memiliki luas kurang lebih 8.500 meter persegi pada tahun 1974 dengan memanfaatkan bangunan lama bekas Kawedanan Tegallega 1990. Pada awal mulanya, museum ini bernama Museum Negeri Provinsi Jabar sebelum dilengkapi dengan nama Sri Baduga melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 4 April 1990.

Nama Sri Baduga diambil dari nama raja Sunda yang memiliki tahta di tatar Pakuan Pajajaran pada abad ke 16 Masehi. Lebih lengkapnya nama tersebut tertulis dalam prasasti Batutulis yang berada di Bogor yaitu Sri Baduga Maharaja Ratu Haji I Pakwan Pajajaran Sri Ratu Dewata.

Lihat juga wisata kawah putih bandung

Museum Sri Baduga Bandung dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian untuk public (public area) dan bagian bukan publik (non public area). Public area meliputi gedung pameran dan auditorium. Sedangkan, bagian non public area mencangkup ruang perkantoran kepala museum, sub bagian tata usaha, kelompok kerja bimbingan dan edukasi, kelompok kerja koleksi, serta kelompok kerja konservasi dan preparasi.

Lokasi Dan Jam Buka Serta Harga Tiket Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga Bandung tepatnya berada di Jl. BKR No. 185 (Lingkar Selatan) Kota Bandung, Jawa Barat. Lokasinya berdekatan dengan objek wisata perbelanjaan Cibaduyut dan terletak di tengah Kota Bandung.

Lihat juga Wisata edukasi yang menarik: Dusun Bambu Lembang Bandung

Museum ini mulai beroperasi pada pukul 08.00-16.00 WIB pada hari Selasa hingga Minggu. Setiap hari Senin, museum ini libur. Untuk dapat berkunjung ke museum ini, wisatawan hanya dikenakan biaya sebesar 2.500 rupiah per orang.

Koleksi Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga memiliki banyak sekali koleksi benda-benda bersejarah. Banyaknya koleksi benda bersejarah dari museum tersebut tercatat tidak kurang dari 5.367 buah. Beberapa benda bersejarah yang menjadi koleksi dari Museum Sri Baduga memiliki jenis sebagai berikut :

  • Benda Etnografika. Benda etnografika merupakan koleksi benda dari ilmu antropologi dan yang termasuk ke dalam benda ini adalah barang hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu bangsa.
  • Geologika. Benda geologika merupakan benda koleksi dari bidang ilmu geologi. Yang termasuk ke dalam koleksi benda ini adalah mineral, fosul, bebatuan, dan barang yang terbuat secara alami.
  • Benda Arkeologika. Maksud benda arkeologika merupakan benda hasil dari kebudayaan zama purba.
  • Benda Biologika. Benda biologika merupakan benda dari keilmuan biologi. Diantaranya yang termasuk ke dalam jenis benda ini adalah fosil tengkorak, binatang, maupun tumbuhan.
  • Seni Rupa. Museum ini juga menyimpan berbagai macam karya seni rupa dua dimensi maupun tiga dimensi.
  • Benda Historika. Maksud benda historika merupakan benda yang memiliki nilai sejarah.
  • Benda Keramologika. Yang termasuk ke dalam jenis benda ini adalah koleksi benda yang terbuat dari tanah liat yang terbakar. Benda ini merupakan benda yang mudah pecah.
  • Teknologika. Koleksi teknologika merupakan koleksi perkembangan teknologi mulai dari teknologi tradisional hingga teknologi modern seperti ini.
  • Benda Filologika. Termasuk benda dalam jenis ini contohnya adalah naskah kuno yang terbuat dari tangan atau manuskrip.
  • Benda Numisamatika/Heraldika. Museum Sri Baduga Bandung juga memiliki koleksi benda numisamatika yang terkait mata uang dan juga koleksi benda heraldika terkait tanda jasa, tanda pangkat resmi, dan lambing.

Sekitar 40% dari jumlah koleksi di Museum Sri Baduga Bandung ini merupakan benda yang berasal dari peradaban kebudayaan Cina di Indonesia. Sedangkan 60% sisanya berasal dari koleksi peradaban budaya bangsa Indonesia. Contoh koleksi yang berasal dari kebudayaan Cina adalah gerabah, alat perhiasan, alat rumah tangga, dan keramik.

Daya Tarik Wisata Sejarah Museum Sri Baduga

Setiap pengelola tempat wisata pasti akan menciptakan suasana menarik untuk meningkatkan antusias dari wisatawan. Sama halnya yang dilakukan oleh pengelola tempat wisata Museum Sri Baduga Bandung ini. Pihak pengelola melakukan berbagai kegiatan baik yang bersifat mandiri maupun kerjasama lintas sektoral.

Beberapa keseruan kegiatan yang bisa dinikmati wisatawan saat berkunjung ke tempat ini adalah melihat penyelenggaraan berbagai pameran secara berkala, adanya pameran keliling, pameran kolaborasi dengan berbagai museum dari beberapa provinsi, mengikuti lomba untuk pelajar, serta adanya kegiatan seperti lokakarya, seminar, dan ceramah.

Fasilitas Di Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga pernah dinobatkan sebagai cagar budaya dan sejarah Kota Bandung sejak tahun 1989 hingga tahun 1992. Tempat wisata ini memang difungsikan sebagai penunjang ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan dan rekreasi. Setelah melakukan renovasi, museum ini kini memiliki beberapa fasilitas, baik fasilitas utama yang berhubungan dengan koleksi benda maupun fasilitas penunjang lainnya. Berikut beberapa fasilitas yang disediakan di Museum Sri Baduga :

1. Ruang Perpustakaan

Selain bisa menikmati koleksi benda-benda peninggalan sejarah, wisatawan yang berkunjung ke tempat ini juga bisa menikmati dan melihat berbagai koleksi perpustakaan di lokasi ini. Perpustakaan disini beroperasi pada hari Senin hingga Jum’at pada pukul 08.00-15.30 WIB.

2. Ruang Auditorium

Ruang auditorium yang berada di dalam Museum Sri Baduga Bandung ini memiliki fungsi sebagai ruangan audio visual yang biasa digunakan sebagai pertunjukan kesenian Jawa Barat baik tradisional maupun yang berkembang saat ini. Ruangan ini juga bisa digunakan sebagai tempat pemberian informasi pendahuluan bagi rombongan kunjungan wisatawan sebelum memasuki ruang pameran.

3. Ruang Pameran Khusus

Ruang pameran khusus digunakan sebagai tempat terselenggaranya kegiatan pameran khusus yang diselenggarakan oleh pihak pengelola museum. Selain itu, ruangan ini juga bisa disewakan untuk ruangan pameran lainnya.

4. Ruang Seminar

Ruang seminar merupakan tempat pengadaan seminar di Museum Sri Baduga. Selain itu, ruangan ini juga bisa digunakan sebagai tempat diadakannya kegiatan rapat oleh pihak museum atau pihak penyewa.

5. Tempat Parkir

Fasilitas museum yang terakhir ini merupakan fasilitas penunjang yang disediakan oleh pihak pengelola museum. Tempat parkir yang disediakan di museum ini pun cukup luas dan memiliki daya tamping sekitar 20 buah bus.

Museum Sri Baduga Bandung juga memiliki tiga lantai yang masing-masing lantai punya fungsi tersendiri. Lantai pertama menampilkan perkembangan awal sejarah alam dan budaya Jawa Barat. Hal yang ditampilkan di lantai pertama ini adalah benda buatan tangan hasil peninggalan masa Prasejarah hingga Hindu-Buddha

Lantai kedua museum ini berisi tentang pameran budaya tradisional, pola kehidupan masyarakat perdagangan, mata pencaharian, transportasi, pengaruh kebudayaan Islam dan Eropa, serta perjuangan bangsa. Sedangkan lantai ketiga memamerkan koleksi etnografi.

Itulah beberapa ulasan tentang wisata sejarah di Museum Sri Baduga Bandung. Bagi wisatawan yang penasaran dengan keseruan wisata ini maka Anda bisa mengunjunginya ketika libur sekolah atau saat akhir pekan. Lebih seru lagi jika liburan anda di Bandung bersama tourbandung.id, ada paket-paket wisata unggulan salah satunya paket wisata Bandung 4 hari 3 malam. Dengan paket ini tentunya banyak destinasi menarik yang bisa anda kunjungi bersama teman atau keluarga.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *